Jangan sembunyi
Kumohon padamu jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu kau kunci
Bertanya, cobalah bertanya pada semua
Di sini ku coba untuk bertahan
Ungkapkan semua yang ku rasakan
Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya
Jangan sembunyi
Ku mohon padamu jangan sembunyi
Sembunyi dari apa yang terjadi
Tak seharusnya hatimu kau kunci
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentang dia
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Ku ingin ku lupakannya
Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Ku ingin ku lupakannya
Kau acuhkan aku, kau diamkan aku
Kau tinggalkan aku
Dessy Pamuji
semua yang aku pikirkan, bahagia-sedih-galau-unmood-goodmood. joint us :)
Selasa, 17 Desember 2013
Minggu, 17 November 2013
bukan dia. tapi kamu.
untukmu, yang selalu kuacuhkan.
Handphone
jadul ini masih tetap menjadi saksi bisu. saksi dimana kita saling mengirim
pesan romantis. Pesan singkatmu yang berisi cacian, bentakkanmu, yang selalu membuatku sadar akan ketakutanmu kehilangan sosokku yang selalu kau anggap paling
spesial di hidupmu. dulu, aku selalu tersenyum jika terdengar bunyi dari handphone itu.
namun, entah apa yang merubah ku sehingga aku tak lagi menyukai bunyi itu
ketika ku lihat namamu yang kembali muncul di layar handphone jadul peninggalan
ayahku itu.
Ketika menyadari aku telah berubah. aku berusaha untuk mengembalikan diriku
yang dulu. yang selalu menunggu kehadiranmu. semua mimpi-mimpiku terhadapmu
dulu tak ingin lagi kugapai. semua kenangan tentangmu dulu denganku tak lagi ingin ku kenang. telah ku tinggalkan semua tentangmu. entah, faktor apa yang
mempengaruhiku. semua seperti membalikkan telapak tangan. berubah dengan begitu
cepat.
yang ada dalam ingatanku hanya tentang semua keburukanmu kepadaku saat kita bersama. saat
belum ada dia yang selalu membuatku lebih nyaman ketimbang berada di dekatmu.
bukan maksudku untuk menggantikan posisimu dengannya. tapi perlakuannya
terhadapku yang membuat rasa nyamanku yang semula selalu engkau dekap erat di
pelukanmu kini telat berpindah di pelukannya.
Aku tau. ini bukan semata-mata keinginanmu atau keinginanku. ini semua takdir.
kita harus menjalaninya. rasa cintaku sekarang terhadapmu seolah hilang dengan
kehadirannya yang datang dengan apik lalu pergi meninggalkanku setelah aku
benar-benar jatuh hati kepadanya. Dan bodohnya engkau mengetuinya. aku ingin kau juga ikut membenciku karena aku
telah mencampakkanmu. pergi meninggalkanmu demi orang yang tak jelas dan
akhirnya pun dia meninggalkanku.
Tradisi mengirim pesan singkat untuk mengucapkan selamat pagi pun masih engkau
lakukan untukku. sedangkan, tak satupun sms yang aku balas untuk mengucapkan
hal yang sama untukmu. kau masih selalu mengingatkan aku untuk makan lewat sms
sederhana mu. "jangan lupa makan ya" kata-kata itu yang selalu aku
dapat di setiap jam-jam makan di setiap harinya. tak satupun yang aku balas
walau hanya ucapan terima kasih. engkau masih selalu mengucapkan selamat tidur
untukku di tidur malamku yang di selimuti dinginnya malam kota metropolitan
ini. lagi-lagi tak satupun sms yang aku balas seraya memberikan kesempatan untukku untuk mengetahui bagaimana keadaanku. iya, engaku masih melakukan tradisi yang sengaja kita buat dulu saat
kita masih bersama.
Liciknya. aku selalu mencarimu d isaat tak satu pun orang yang mau peduli
terhadap jiwa&raga ku ini. aku mengirimkan pesan singkat kepadamu.
walaupun itu singkat, tapi aku yakin balasanmu pasti tak mengecewakan. engkau
masih mencemaskan kondisiku. engkau selalu menanyakan kabarku ini. tapi ketika
keadaan kembali seperti semula, engkau kembali kuacuhkan.
Ini bukan ujian yang aku berikan untukmu. bukan skenario yang sengaja aku buat
untukmu seraya merayakan ulang tahunmu seperti anak jaman sekarang. semuanya salah. sebenarnya aku juga tak
ingin menyiksamu dengan perlakuanku ini. namun, ini berjalan apa adanya. tak
ada yang dipaksa tapi aku yakin engkau terpaksa dengan hal ini.
Dalam benakku, aku ingin, dia yang sekarang ku cinta seperti engkau yang selalu
merindukanku walaupun tak ada satupun hembusan angin yang memberimu kabar tentangku. aku
ingin, dia seperti engkau yang selalu menanyakan bagaimana kondisiku seperti
orangtua yang meninggalkan anaknya pergi ke luar kota. aku ingin engkau selalu
menyakan "sudah makan?" kepadaku seperti seorang ibu yang selalu
khawatir kesehatan anak-anaknya.
Aku ingin dia bisa seperti mu. dan aku ingin engkau seperti dia. aku tak
mengerti ini apa namanya. nasib, takdir ataukah karma yang Tuhan berikan
kepadaku sehingga semua yang aku inginkan selalu tak sejalan dengan
keputusan-Nya? entah.
Senin, 21 Oktober 2013
Bahagia? atau bahkan ini sebuah kesedihan?
Entah ini apa namanya. Bahagia? atau bahkan ini sebuah kesedihan?
Aku Sisca, anak bungsu dari 2 bersaudara. jarak dengan kakak ku yang cukup jauh ditambah dengan kesibukkan keluargaku itu semua yang membawaku tak akrab dengan mereka. Wajar saja, orangtuaku pembisnis. Lebih banyak menghabiskan waktunya untuk meeting dengan client membuat orangtuaku tak punya banyak waktu bersama anak-anakny asekalipun itu weekend.
Aku terlahir dengan bergelimpahan harta. Tapi sayang, aku tergolong miskin masalah kasih sayang keluarga. Aku lebih nyaman dengan nenek dan kakekku. Namun sayang, mereka yang ku sayang sudah menghadap Sang Kuasa disaat usiaku menginjak 11 tahun. Dan sekarang aku telah remaja. Remaja labil diusia 16 tahun.
Sosok ku seketika berubah disaat aku berada di lingkungan sekolah. seolah-olah aku lupa semua masalah yang ada dikeluargaku. canda dan tawa bersama teman-teman jauh lebih indah ketimbang harus memikirkan keluarga yang tak jelas itu.
Namun kesedihanku kembali muncul ketika aku lulus SMP. Berpisah dengan kedelapan sahabatku. Tifanny, Cindy, Revita, Arief, Anin, Buya, Naufal, Vadhol. Mereka semua yang mengerti keadaan ku mulai dari keluarga hingga sifat burukku. ya walaupun aku harus bersyukur karena nilai kelulusanky terbaik se-SMPku.
Lagi-lagi masalah datang. lagi-lagi bersumber dari orangtuaku. Mereka memaksaku untuk masuk SMA pilihan mereka. memang sekolah pilihan mereka akreditasinya jauh lebih bagus dibanding sekolah pilihanku. tapi aku punya alasan mengapa aku ingin masuk SMA Mutiara Bangsa. Simple aja. cuma satu! karena kedelapan sahabatku beserta Niko, kekasihku dulu resmi menjadi murid di sekolah itu. dan cuma mereka yang bisa mengerti keadaanku. jadi gak perlu susah-susah cari sahabat yang mau jadi teman yang gak lihat dari harta aja.
Dan disini aku kalah posisi. Ayah, ibu dan kakaku setuju kalau aku bersekolah di sekolah Harapan Bangsa. "kapan lagi kamu bisa banggain orangtua kalo kamu nggak sekolah disitu?" Bujuk kakakku. "tapi ayah juga nggak pernah bikin Sisca bangga, kak! gak pernah bikin sisca bahagisa dengan kasih-sayang dan waktu mereka!" Balas ku dengan sedikit kasar.
"mereka itu cari uang! dan kamu yang paling kecil disini, jadi mau-nggak mau kamu harus mau. udah nggak usah tolol deh!" tambahnya sambil masuk menuju kamar istimewanya itu.
entah, mungkin ini yang cocok untukku. dan akhirnya aku-pun mau bersekolah di sekolah mewah itu.
aku menjalani seperti pada umumnya. mulai dari pendaftaran sampai MOS aku jalani. ketika masuk pertama kali, tidak ada kata indah dan bahagia di benakku. ku pandangi satu-persatu muka anak-anak manja yang sebaya denganku dan kakak kelas yang sombong yang siap menjadi pemandangan rutinku selama 3 tahun kedepan.
"hai aku Rani, boleh kenalan?" tiba-tiba terdengan pertanyaan yang diajukkan padaku.
"ha? iya. aku sisca. salam kenal ya." jawabku kaget.
"okey, boleh aku duduk sebangku dengan mu?" pintanya.
"silahkan" jawabku singkat sambil berbagi bangku dengannya.
rani adalah orang pertama yang aku kenal di sekolah ini. dan hanya sosok rani yang nyaman denganku sampai akhir masa MOS. entah itu kebetulan atau tidak, Rani menjadi teman satu kelas lagi ketika pembagian kelas satu.
Selamat datanng di sekolah Mutiara Bangsa ini. satu kesan pertama yang kudapat dikelas satu ini individualisme dan cenderung berkelompok. dengan wajah-wajah belagu yang hanya dapat menyombongkan harta orangtua.
sampai pada akhirnya aku merasa nyaman menjadi salah satu murid di sekolah ini ketika masuk tiga bulan berjalan. karena telah ada moodboster yang siap untuk menghiburku ditengah
penatnya pelajaran anak SMA. Reza L Karim sebut dia dengan panggilan akrap
"Mr.Kepo".
Cowok super kece yang berhasil buat aku
membagi hati antara dia dengan Niko. Pacar ku saat itu yang sekarang telah
menjadi mantan setelah 2 tahun lebih kami bersama menjadi sepasang kekasih. Putus
karena kehadiran Reza yang datang tanpa permisi dan memberi perhatian lebih
dibanding Niko yang berbeda sekolah dengan ku.
Jalan~makan~bahkan nonton-pun sering aku
jalani berdua bersama Reza. banyak tawa yang keluar dari bibir manis nan polos
kami berdua.
Perkenalan kami berdua berawal ketika
pulang sekolah, kami saling bercerita masa SMP. Reza menceritakan masa indah
SMPnya dulu. Yabes teman paling resek ku masa Sekolah Dasar ternyata menjadi
sahabat Reza. Dan konyolnya lagi Yabes pdkt dengan Saverina sahabat terbaikku
sejak SMP. Ide untuk menjadikan Yabes dengan Saverina menjadi sepasanag
kekasih-pun membuat pertemanan ku dengan Reza berubah menjadi hal yang bisa
dikatakan lebih dari sebatas teman biasa.
Hari demi hari telah ku lalui bersama Reza
walaupun dengan status pacar Nico dan Reza menjadi pacar Diva. Sampai saatnya
tiba tepat tanggal 28 Oktober 2002 Reza memutuskan berpisah dengan Diva dengan
alasan hati yang sudah tidak nyaman lagi. 29 Oktober 2002 kabar itu terdengar
langsung di kedua daun telinga ku dan detik itu pula aku berani memutuskan
untuk mengambil keputusan yang sama, Berpisah! ya.. berpisah dengan Niko dan
memilih status single dan
berharap terjadi sesuatu yang lebih dengan Reza. "gak boleh pacaran dulu
sama mama." Sebenarnya alasan basi dan sudah kadaluarsa untuk sekedar bisa
putus dan gamau membuat sakit yang terlalu mendalam yang dirasakan Niko. Tapi
mau gimana lagi cobak? mau alesan apa? masak iya bilang"aku uda gak nyaman
lagi sama kamu, uda ada Reza yang lebih perhatian dibanding kamu. aku uda gak
sayang lagi!" bukan kata putus yang kudapatkan, bisa-bisa golok beserta
kawan-kawannya melayang sempurna di tubuh tinggi nan kurus ini. Yapss.. masih
punya perasaan sih akunya, gimana cobak setelah 2 hari Niko sms gak au bales,
tiba-tiba dapet balasan bilang putus kayak gitu. Sakit kan ya? iyaa sakit
banget malah hahaha ciyan luh Nik :p
Oke, back to my new lovely Mr.Kepo :3
setelah semua resmi dengan status single semua
berjalan seperti air yang yang mengalir, daun yang menari dan angin yang
berhembus lembut dan rumput yang bergoyang :D *duh alay gue-_-
Lebih sering keluar atau jalan bareng
untuk sekedar makan diluar itulah yang sering kami lakukan. Indah~bahagia~
serasa dunia milik berdua *terus yang lain gimana? kontrak gitu?-_-*
banyak kejadian yang mungkin melebihi orang pacaran. Satu hal yang aku
salut banget dengan Reza ketika dia berani minta izin kepada orang tuaku untuk
makan setelah aku pulang telat dari sekolah. Izin ke orang tuaku itu sama aja
dengan masuk kandang gajah yang punya sifat macan. Cuek banget tapi kalo mereka
gak suka langsung ngomong langsung to
the point ke orang yang
bersangkutan. bikin malu kan? yaaa itu lah orang tuaku. Tapi entah mantra apa
yang dibaca Reza sehingga dia berhasil mendapat izin untuk jalan bersama ku
malam itu.
Tapi hal ini gak berlangsung lama, Rabu 22
November 2002 sore hari menjadi hari paling suram di sepanjang sejarah hidupku.
Mendapat kiriman pesan singkat dari Reza, bukan malah senang malah sesak yang
kudapat. "Aku kok nyamannya sama kamu kok cuma jadi sahabat yaaaa :)"
shock banget kan pastinya :"( padahal sering kali Reza bilang kalo dia
suayang banget sama aku. Eh taunya.. dapet sms kayak gitu~ Sedih pasti! bisa
dibilang karma yang aku dapet dari perilaku ku terhadap Niko. Tapi mau gimana
lagi? malam tiba, tapi jari-jemari mungil ini terasa tak ingin berhenti untuk
hanya sekedar mengetahui alesan apa dia mengutarakan seperti itu kepada
ku. Sekitar pukul 7 malam, alasan mengapa hal
ini terjadi terucap dari bibir mungil yang terwakilkan oleh handphone yang bisu namun
tau segalanya. "I like
you. I was very comfort when with you but not to make you my girlfriend. cause
if we're break I was so afraid of losing you. but I want more than this.
I miss you so bad boo" itulah pesan singkat yang ku dapatkan yang
berhasil membuat ku tak hanya meneteskan air mata tapi tapi menangis tanpa
henti dengan membayangkan memory indah yang pernah ku buat tanpa sengaja
bersamanya. Kenapa dia berkata seperti itu setelah aku sayang melebihi sayangku
ke Niko, Tuhaan???!!! Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, besi sudah
mulai berkarat tak mungkin bisa dikembalikan sesempurna awalnya. Seperi hatiku
yang awalnya melambung bahagia lalu dihempaskan tanpa berfikir sakit atau
tidak, itu lah keadaanku saat itu.
Mungkin bukan hanya aku, tapi semua wanita
di dunia akan langsung berubah setelah mendapat kenyataan seperti itu. Berubah
secara otomatis menjadi cuek itulah yang terjadi dengan ku pada saat itu.
Alhamdulillah...Reza peka dengan keberubahaannya sikap ku terhadapnya "after this, are you hate
me? i had made mistake against you, waste the people who have loved
me." sms itu lah yang
aku trima setelah sikap ku berubah. "NO! I cann't hate you. you
don't make a mistake with me. I believe, we will be happy without us being
relationship" balasan
seperti itu yang aku kirim dengan tetesan air mata yang mewakili persaan kalut
ku.
"good night cantik, maaf kalo
kata-kataku buat kamu sedih, nyenyak ya bobok mu {}" mungkin emotion peluk
terakhir yang ku dapatkan setelah kejadian 22 November 2002 itu.
23 November 2002 siang keputusan untuk
mebicarakan secara langsung semua permasalahan yang terjadi semalam. Pergi ke
salah satu tempat nongkrong setelah pulang sekolah tiba. Dan untuk pertama
kalinya aku melihat seorang Reza menangis secara langsung setelah aku berkata
"apa selanjutnya cukup sampai disini? Menghapus memori yang menurutku
sangat indah yang pernah kita buat bersama dan menjadi pribadi yang tak saling
sapa bahkan tak saling kenal atau menjadi musuh? mau pilih yang mana? karna
semua pilihan ada 2, baik dan buruk. Jujur saat ini mungkin lebih indah walopun
sakit daripada berbohong untuk sedikit menghiburku dan akan menghasilkan air
mata yang lebih banyak dikemudian hari!"
Hanya diam dan membisu sambil meneteskan
air mata dari kedua kelopak matanya yang mulai memerah. "apa kamu
keputusan terburuk seperti itu? bunuh aku sekarang jika kamu
memilihnya!!!" Rangkaian kata itu lah yang membuat aku semakin tidak kuat
untuk menahan derita dan mataku tak sanggup untuk mengusir air mata untuk
segera keluar tanda menolak pilihan konyol yang sengaja aku buat.
Mungkin karna rasa sayang yang sudah
mendekam direlung hati kami berdua dan rasa sayang itu lah yang membuat kami
memilih untuk ~lanjut menjalani kehidupan seperti biasa dengan status hanya
sebatas teman biasa dan menganggap tidak ada kejadian yang menyakitkan di malam
tanggal 22 november 2002~
Walaupun sakit rasanya dengan pilihan
seperti itu yang telah kami sepakati bersama dan melihat dia asik bersendah
gurau dengan perempuan lain ditemani gitar unik. Cemburu-pun tak pantas! yaa... 3 kata itu yang pas
untuk kondisi ku saat ini.
ternyata aku telah menemukan jawabannya. kau telah menemukan bidadari cantik wahai pangeranku. dan perlu engkau tau, aku merasa di puncak klimaks kesedihan hidupku.jika aku bisa memilih, lebih baik aku mati dan melihat senyum indahmu bersama bidadari cantikmu itu di surga bersama Allah.
Hhh... tak ada pilihan lain selain tetep menjalani hidup dengan melihat senyummi itu yang merekah indah tapi bukan sebabku. tetap melihat engkau yang masih menjadi pangeran di hidupku bersama orang yang kau cinta menyebabkan sifatmu kepadaku berubah. dan statusmu miliknya dan bukan dan tak mungkin bisa beruba menjadi milikku.
aku menjadi ingat kenangan indah bersamamu itu. ketika kau mengajakku berkenalan dengan orangtuamu. "ayah..ibu, ini Sisca" jelasmu singkat kepada orangtuamu, untuk membuka acara makan malam sederhana tapi teramat spesial bagiku. "sisca siapa lagi? temen sekolah? atau...?" gurau lembut ibundamu berbalut senyum kasih sayang. "iya ibu. ini teman reza." tambahmu kepada mereka. "saya sisca, om..tante. temen sekolahnya reza." jawabku perlahan. "itu yakin temen lu za. bukannya lu kemarin cerita ke abang pingin banget bisa jadi pacar sisca?" sahut bang Ramon, menuju ruang makan untuk makan bersama."udah deh bang, buruan duduk kita mulai makan malamnya." jawab papa reza dengan bijaknya. makan malampun dimulai dengan berbalur suasana hangat
sempat shock, ketika mendengar rangkaian kata yang diucapkan bang ramon. . tak akan pernah aku lupakan.
dan ternyata kenangan itu semua hadir dalam mimpi. mimpi itu telah membuat hatiku tak karuan. bukan teringat sosokmu wahai pangeran, tapi aku rindu petuah-petuah yang orangtuamu sampaikan yang jarang aku dapatkan dikeluargaku. entah firasat apa itu. bagiku itu semua misteri.
tak sangka pukul 18:45 WIB, kabar mengejutkan sampai ditelingaku. Ibunda Reza sudah menghadap ke Yang Kuasa yang selama ini yang sudah keanggap menjadi ibuku sendiri.
"zaa, kamu sabar ya.. ibumu tenang disisi-Nya. udah di surga kok sama Allah. semuanya sayang reza." kalimat itu yang sebenarnya ingin sekali kuungkapkan, namun aku tak sanggup melakukannya.
keesokan harinya aku beranikan kakiku untuk mengunjungi rumah duka, semata-mata untuk memberi penghormatan terakhir untuk sang ibunda. namun sayang, aku meliat sang bidadari cantikmu datang dengan membawa sekotak roti empuk untukmu yang seketika membuat ku kecewa. entah mengapa, seolah ragaku ini tak mampu menopang dayaku. aku bersyukur ada dua sahabatku yang mendampingiku saat ini, memberikan tissue dan sandaran pundaknya kepada ku. entah campur aduk yang kurasakan saat itu.
satu minggu kemudian aku mendapat kabar yang menurut batinku sangat gembira. "sis, reza putus sama bidadarinya. ini saatnya kamu beraksi. ambil reza kembali." seru rani.
"iya ran, aku tau. tapi immposible kalo aku pacaran sama reza." jawabku lesu.
"siscaaa....semangat dong. lesu amat sih!" tambah tristi, sahabatku juga.
"nggak ah buat apa ngejar yang nggak pasti. kalopun dia masih sayang ke aku, pasti dia bakal kembali sendiri kali. atau setidaknya dia minta maaf gitu."
"gimana dia nggak kembali ke kamu, kalo kamunya aja nggak mau usaha." tambah rani memberiku semangat.
"denger ya, rumusnya itu cowok nggak suka sama cewek yang agresif. kalopun aku usaha tapi dianya nggak niat kan percuma. udah deh ya, aku bersyukur punya kalian. kalian selalu suport aku, tapi maaf kali ini aku ingin memulainya semua dari nol. seperti orang yang nggak kenal, nggak saling sapa. gampang kan? maaf ya ran, ti. you're my beloved" jelasku sambil memeluk mereka.
"sisca kuat ya sayang, kita bakalan suport kamu terus kok." sahut mereka.
*3 bulan kemudian*
senyum mataharipun kembali tampak, menyambutku riang. segeraku bersiap untuk segera menuju tempat dimana aku benar-benar dihargai semua pendapatku. SMA Harapan Bangsa. tak lupa aku menuju euang makan untuk sekedar minum segelas sus yang selalu siap. tapi bukan ibuku yang menyiapkannya, namun asisten rumah tanggalah yang melakukan semua itu.
dan hari itu semakin tak karuan ketika aku mendapat kabar bahwa reza tewas kecelakaan ketika perjalan menuju sekolah. Tuhan apa salahku? apa salahku sehingga kau mengambil orang-orang yang aku sayang. walaupun reza tak bisa berpacaran denganku, setidaknya aku bisa melihat senyumnya. tapi sekarang? tinggal nama yang bisa aku dengar bersama kenangan indah bersamanyaa.
aku mengiringi jasadmu. jasad seorang pangeran ku. aku harap engkau tenang disana bersama ibundamu. disini aku bangga telah menjadi bagian dari hidupmu, walaupun itu sesaat.
itulah kisahku, kisah masa SMAku. kini aku telah menyelesaikan study kedokteranku di Jerman dengan kondisi keluargaku yang semakin memburuk
Sabtu, 28 September 2013
Lirik Lagu Firasat
Kemarin kulihat awan membentuk wajahmu
Desah angin meniupkan namamu
Tubuhku terpaku
Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu
Tabur bintang serupa kilau auramu
Aku pun sadari, ku segera berlari
Reff:
cepat pulang
cepat kembali, jangan pergi lagi
firasatku ingin kau tuk cepat pulang
cepat kembali, jangan pergi lagi
Alirnya bagai sungai yang mendamba samudera
Ku tahu pasti kemanakan ku bermuara
Semoga ada waktu, sayangku
Ku percaya alam pun berbahasa
Ada makna di balik semua pertanda
Firasat ini rasa rindukah atau kah hanya bayang
Aku tak peduli, ku terus berlari
Repeat reff
dan lihatlah sayang
hujan terus membasahi
seolah turun air mata
Repeat reff
Minggu, 22 September 2013
Bahaya Mie Berformalin
Di negeri ini, mie adalah salah satu sumber karbohidrat pengganti nasi yang sangat digemari masyarakat. Dengan hal tersebut, banyak dimanfaatkan oleh kaum-kaum yang tidak bertanggung jawab dalam memproduksi mie tersebut. Dengan menekan biaya produksi demi mendapatkan keuntungan yang lebih tanpa memperhatikan dampak penggunaan "formalin" dan "boraks" dalam kompisisi mie mereka.
Berikut ini beberapa perbedaan mie berfomalin dengan mie yang tidak berformalin agar kita dapat terhindar dari bahaya formalin dan boraks.
Mie berformalin : Tekstur mie lebih terang atau lebih glossy. Lebih lentur, lebih kenyal dan tidak
mudah putus saat dimasak. dan aroma telur pada mie tersebut tidak tercium.
Mie Sehat : Mudah basi dan hanya bertahan sekitar 12 jam.
![]() |
| mie sehat |
| |
| mie berformalin |
Akibat dari penggunaan formalin boraks pada mie ini adalah jika penggunaan boraks akibatnya baru terlihat beberapa tahun setelah penggunaan seperti gangguan pada hati dan otak bahkan kematian. Penggunaan formalin dampaknya langsung setelah kita mengkonsumsinya seperti pusing, mual, gangguan pencernaan dan gangguan pada hati.
Sebenarnya tidak perlu menambahkan formalin dan boraks pada mie basah, karena cara mengawetkan mie basah sangat mudah dengan mengubah mie basah menjadi mie kering atau dengan seperti ini :
1. Kukus mie basah 1/2 s.d 3/4 matang.
2. Dinginkan pada suhu ruangan sampai benar-benar dingin.
3. Bungkus mie dengan plastik.
4. bungkus kembali dengan kertas koran.
5. Lalu simpan pada lemari es
walaupun sudah begitu ketahannya hanya
sampai 2 hari setelah pembuatan mie.semoga tips ini bermanfaat :)
Sabtu, 11 Mei 2013
Lirik Back To Desember (terjemahan) - Tailor Swift
I'm so glad you made time to see me
Aku sangat senang kau mau luangkan waktu untuk menemuiku
How's life? Tell me, how's your family?
Bagaimana kabarmu? Katakan, bagaimana kabar keluargamu?
I haven't seen them in a while
Sudah cukup lama aku tak bertemu mereka
You've been good, busier than ever
Kabarmu baik, lebih sibuk dari dahulu
We small talk, work and the weather
Kita berbincang, (tentang) pekerjaan dan cuaca
Your guard is up, and I know why
Kau tampak hati-hati, dan aku tahu sebabnya
Because the last time you saw me
Karna terakhir kali kau melihatku
Is still burned in the back of your mind
Masih berkobar di dalam pikiranmu
You gave me roses, and I left them there to die
Kau beri aku mawar, dan kubiarkan semuanya layu
So this is me swallowing my pride
Dan kini kutelan ludahku sendiri
Standing in front of you, saying I'm sorry for that night
Berdiri di depanmu, minta maaf untuk malam itu
And I go back to December all the time
Dan kukenang kembali bulan Desember ketika itu
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Ternyata kebebasan tiada artinya jika merindukanmu
Wishing I'd realized what I had when you were mine
Berharap kusadari yang kunikmati saat kau bersamaku
I go back to December, turn around and make it alright
Kukenang kembali bulan Desember, menoleh dan meluruskan semuanya
I go back to December all the time
Kukenang kembali bulan Desember ketika itu
These days, I haven't been sleeping
Akhir-akhir ini, aku tak bisa tidur
Staying up, playing back myself leaving
Terjaga, membayangkan kepergianku
When your birthday passed, and I didn't call
Di hari ulang tahunmu, dan aku tak menghubungimu
Then I think about summer, all the beautiful times
Lalu terpikirku tentang musim panas, saat-saat yang indah
I watched you laughing from the passenger side
Kulihat kau tertawa di bangku penumpang
And realized I loved you in the fall
Dan kusadari aku mencintaimu di musim gugur
And then the cold came, the dark days
Dan lalu musim dingin datang, hari-hari gelap
When fear crept into my mind
Saat rasa takut merasuk pikiranku
You gave me all your love, and all I gave you was goodbye
Tlah kau berikan seluruh cintamu, dan kubalas dengan meninggalkanmu
So this is me swallowing my pride
Dan kini kutelan ludahku sendiri
Standing in front of you, saying I'm sorry for that night
Berdiri di depanmu, minta maaf untuk malam itu
And I go back to December all the time
Dan kukenang kembali bulan Desember ketika itu
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Ternyata kebebasan tiada artinya jika merindukanmu
Wishing I'd realized what I had when you were mine
Berharap kusadari yang kunikmati saat kau bersamaku
I go back to December, turn around and make it alright
Kukenang kembali bulan Desember, menoleh dan meluruskan semuanya
I go back to December all the time
Kukenang kembali bulan Desember ketika itu
I miss your tan skin, your sweet smile
Aku rindu kulit sawo matangmu, senyum manismu
So good to me, so right
Begitu indah bagiku, begitu indah
And how you held me in your arms that September night
Dan bagaimana kau dekap aku di malam bulan September itu
The first time you ever saw me cry
Pertama kali kau lihat aku menangis
Maybe this is wishful thinking
Ini mungkin hanya harapan
Probably mindless dreaming
Mungkin sekedar mimpi
But if we loved again, I swear I'd love you right
Namun jika kita saling mencintai lagi, aku bersumpah akan mencintaimu seperti seharusnya
I'd go back in time and change it, but I can't
Aku mau kembali ke masa lalu dan mengubahnya, namun aku tak bisa
So if the chain is on your door, I understand
Maka jika rantai itu ada di pintumu, kumengerti
So this is me swallowing my pride
Dan kini kutelan ludahku sendiri
Standing in front of you, saying I'm sorry for that night
Berdiri di depanmu, minta maaf untuk malam itu
And I go back to December all the time
Dan kukenang kembali bulan Desember ketika itu
It turns out freedom ain't nothing but missing you
Ternyata kebebasan tiada artinya jika merindukanmu
Wishing I'd realized what I had when you were mine
Berharap kusadari yang kunikmati saat kau bersamaku
I go back to December, turn around and make it alright
Kukenang kembali bulan Desember, menoleh dan meluruskan semuanya
I go back to December all the time
Kukenang kembali bulan Desember ketika itu
Lirik Rapuh - Agnes Monica
Belum sempat ku membagi kebahagiaanku
Belum sempat ku membuat dia tersenyum
Haruskah ku kehilangan ’tuk kesekian kali
Tuhan kumohon jangan lakukan itu
Belum sempat ku membuat dia tersenyum
Haruskah ku kehilangan ’tuk kesekian kali
Tuhan kumohon jangan lakukan itu
Reff :
Sebab ku sayang dia
Sebab ku sayang dia
Sebab ku kasihi dia
Sebab ku tak rela
Tak s’lalu bersama
Ku rapuh tanpa dia
Seperti kehilangan harap
Sebab ku tak rela
Tak s’lalu bersama
Ku rapuh tanpa dia
Seperti kehilangan harap
Jikalau memang harus ku alami duka
Kuatkan hati ini menerimanya
Kuatkan hati ini menerimanya
Langganan:
Postingan (Atom)

