Kamis, 23 Februari 2012

kali ini PUISI ~

sandiwara diatas panggung puisi 

Ribuan airmata jatuh sudah 
Sanggup tak sanggup, inilah keadaan ku
Senyum kuyang dulu selalu ceria
Berubah menjadi guratan kepedihan

Langit senja ini menambah perenunganku
Dia berkata "Masa mudamu panjang nak!"
Aku hanya bisa diam sambil melayangkan angan padamu
"sedang apa kau? apakah senyum mu sedang merekah?"

Tak ada yang menjawab~ sial !
Aku menemukan peri kecil di puisi ini,
Ia mengajariku cara mengagumi mu

Aku bersandar pada Akasi
Masih menatap rona jingga diwajah langit
"Apa yang bisa kunikmati sore ini?"
Patah hati ! sahut sang langit

Tak lama aku sadar ..
Kita ini bagaikan bersandiwara diatas panggung puisi 
Dengan aku sebagai wanita yang tersakiti dan engkau ..
Sbagai lelaki yang dikagumi ..


by : Carolina Cindy Agatha .


Selasa, 07 Februari 2012

cerpen



ANTARA AKU, DIRIMU DAN ORANG TUA MU 


Malam ini malam minggu tepat pukul 19.00, aku bersiap siap untuk datang kerumahmu, seperti biasa kukayuh sepedah butut ku,, kusemprot parfum import badanku,, dan ku pakai baju turun menurun dari ayahku ketika pertama kali mengapeli ibuku. Aku kayuh terus sepedahku itu, dan tak terasa pukul 19.30pun aku tepat di depan rumahmu..

        didepan rumahmu aku berfikir " semoga saja yang membuka pintu bukan papamu yang mantan tinju amatir,,atau mamamu yang menjabat julukan 'DOSEN TERKILER' di salah satu Universitas,tetapi yang membuka adalah malaikat cantikku yang turun dari langit, yaitu kamu" Ku ketok pintu rumahmu,.,

        Tokk,Tokk,Tokk assalamualaikum gayaku berlagak alim..clekkkk pintu rumah mulai terbuka dan ternyata.......... "OH,Mas ayo mari masuk kedua orang tuaku sudah menunggu untuk makan malam bersama".. "IYA, Sayang.. kamu terlihat sangat cantik malam ini bidadari dikayangan pun kalh cantik dengan kecantikanmu .." ahh, GOMBAL..tapi makasi sayang,balasanmu untuku, ayo masuk mama tak suka menunggu , biasa dosen..

 "Assalamualaikum OM,TANTE.... "
"Waalaikumsalam kamu sudah datang..?? ayo cepat makan kamu membuatku terlambat makan 5 menit,, jawab mamamu untukku.."
"iya maaf tante..."

        di meja makan terihat beberapa hidangan yang cukup menggairahkan,, akhinya kita semua makan..Setelah makan ujian datang untukku,, didepan mata terlihat jus buah yang mungkin menyegarkan bagi semua orang,,namun tidak bagiku, "JUS DUREN"

Ayo silakan diminum jusnya.. perintah mamamu..
http://cencalok.com/blog/2011/04/cerpen-remaja-antara-dua-pilihan
degggg,, jantungku seperti berhenti. Minum, tante??Iya kenapa??? tak mau??aku memandang wajahmu terlihat jelas wajah mengharapkanku meminumnya., aku lihat wajah mamamu tampak raut wajah yang mendesak..tanpa buang waktu aku minum jus duren itu secepat kilat menyambar,, karena aku tak mau menikmati rasa duren dalam jus itu.. alhamdulilah,, ucapku dalam hati... Mamamu pun pergi meninggalkan aku dan kamu..tak lama lagi papamu memanggil.. kamu datang menjawab panggilan itu.. Tak lama lagi kau datang lagi dihadapanku.. dengan membawa JAMBU MENTE.."apa lagi yang mau menimpaku"
papamu datang menghampiri,, " ayo silakan dimakan ,ini buah yang menjadi kesukaan keluarga kami"hahhhhh???? jambu mente.."ya Allah" baru kemarin dirumahku ada rujakan yang tidak aku ikuti karena disana ada jambu mentenya,, tapi disini aku di suruh makan langung?? " katakau dalam hati"
Aku melihat wajah papamu seperti wajah yang ingin melakukan "aperkat"  "jap" kepadaku bila aku tak memakanya..
aku mengambil buah yang paling kecil.. kumakan dengan penuh penyiksaan,, ketika papamu pergi aku langsung berhenti,,aku bilang padamu,, "maaf sayang aku tak mau melanjutkannya""aku juga minta maaf,, kebiasaan keluargaku seperti ini,, mau gimana lagi ??" maaff ya"
jawabmu merasa bersalah padaku...Waktu pun bergulir menandakan bahwa aku harus keluar rumahmu tanpamu.. aku berpamitan dengan kedua orang tua mu,, sambil mencium tangan mereka

"Assalamualaikum tante"

"Assalamualaikum om"

saya mau pamit pulang.. oh begitu untung saja kamu ingat waktu ya , ya "waalaikumsalam"
aku pergi keluar rumahmu tanpa diantar orang tua mu sampai depan rumah bahkan untuk mengucapkan "hati hati di jalan" hanya angan ku.. tapi untungnya kau masih sempat mengantarkanku ke depan rumah..

"pulang dulu ya sayang sampai ketemu di mimpi" gombalku keluar lagi
"iyah, nanti waktu di mimpi aku mau ngajak mas makan jambu mente dan minum jus duren." :D
"huhuhuhuhu aku endak ada yang bolo ya?? kok kamu ikut ortumu sih ngerjain aku..?""hahahah cuma bercanda kok,, ya nt aku mimpi kita jalan jalan di paris,.." :O
"endak ah kejauhan g punya uang" enak enak ngobrol ortumu memnaggil dari dalam , "kenapa lama sekali pulangnya temanmu itu? ?mendengar suara mamamu itu aku cepat cepat mungayuh sepedah dan mengucapkan "good bye beb "...

By : buya Azam :D

Senin, 06 Februari 2012

cerpen remaja

                        Ketika semua lupa akan Tuhan      

            Tepat pukul 6 pagi. Ratusan kendaraan memadati jalanan kota. Dengan penuh keegoisannya dan rasa ketidak-puasan manusia yang ingin segera sampai tujuan guna memenuhi kebutuhan hidup, mereka semua lupa akan Tuhan.
            Aku Dessy Laksamana Rahman, anak tunggal dari ayah seorang pemimpin perusahaan terbesar di kota ku dan seorang ibu direktur utama sebuah sebuah bank swasta yang cukup besar aku terlahir sebagai anak yang mandiri.
            Aku genap berusia 17 tahun. Dimana usia yang cukup dewasa dalam segala hal. Biasanya di hari jadi ke-17 ini, banyak remaja yang merayakannya bersama keluarga dan teman sebayanya. Namun tidak dengan ku, aku hanya mampu merasakan ulang tahun ku tahun ini dengan melihat orang tua ku yang sibuk bekerja dan terus bekerja. Bukan kami tidak mampu membuat pesta mewah yang bertema glamour sweet seventeen party, tapi dengan kesibukan orang tua ku yang menganggap uang lebih penting dari segalanya.
            Aku mengerti semua yang dilakukan orang tua ku itu semata-mata mereka persembahkan buatku. Dan aku pun sempat bertanya kepada mereka saat melangsungkan acara makan malam bersama yang sulit kami lakukan karena kesibukan orang tua ku “mama? Papa? Kenapa sih kalian tidak pernah ada waktu buat Dessy?! Kan Dessy juga ingin seperti teman-teman Dessy yang selalu crita yang terjadi di keluarganya. Dessy merasa malu pa..ma.., saat teman Dessy bercerita, Dessy hanya bisa melihatnya, dan sedikit kecewa dan berfikir kenapa sih papa sama mama tidak bisa melakukan itu semua?!” tanya ku.  “kita semua melakukan ini juga untuk kebaikanmu, masa depanmu, sayang..” jawab mereka kompak dan langsung meninggalkan ku sendiri di ruang makan.
            Tidak hanya aku yang merasa di nomer-dua-kan dengan kesibukan mereka mencari uang yang berasalan semua demi kebaikanku dan masa depanku. Tuhan.. yang menciptakan semuanya, mengatur hidup-mati seseorang, rejeki-jodoh dan maut menusiapun juga mereka lupakan.
            Mama dan papa ku, mereka semua sudah lupa. Lupa siapa yang menciptakan mereka, lupa siapa yang memberi kesehatan mereka, lupa siapa yang memberi keselamatan mereka. Ya.. mereka lupa akan Tuhan. Mereka pernah mencelaku disaat aku berusaha mengingatkan mereka untuk melakukan kewajiban sebagai umat Islam. Aku mengajaknya seraya mengingatkan mereka untuk menegakkan sholat, dan sontak mereka menjawab “sayang, kalau kamu ingin sholat.. sholat aja sendiri. Toh juga apa sih gunanya kita sholat. Kita sudah punya segalanya, harta? Kekuasaan? Kita punya segalanya sayang!!” ujar mereka.
            Aku meneteskan air mata. Kenapa sekarang orang tua ku berubah. Sudah lupa keluarga, lupa sama anak, terlebih mereka lupa akan Tuhan. Jika seperti ini, lalu siapa yang salah? Mereka menganggap uang adalah segalanya.
            Empat bulan yang lalu, berita duka menyelimuti keluarga kami. Mama ku mengalami kecelakaan saat melakukan perjalanan udara menuju Bali. Pesawat yang mama tumpangi jatuh karena salah satu ban pesawat pecah. Mama mengalami luka yang cukup serius. Beliau sempat koma selama 4 hari dan akhirnya siuman.
            Saat mama membutuhkan doa dan semangat dari orang yang mama sayang, papa masih sempat memikirkan pekerjaannya yang tak kunjung usai. “pa.. kalau papa terus mengurus perusahaan saja, Dessy akan pergi dan jangan harap Dessy kembali.” Ancaman yang aku berikan pada papa. “iya sayang, papa akan menemani mama dan tidak akan memikirkan perusahaan sampai mama sembuh total.” Ujar papa yang membuat mama siuman.          
            Setelah mama menjalani rawat inap selama 3 minggu, mama diperbolehkan pulang. Rasa syukur terus aku panjatkan kepada Allah karena setelah kejadian mama mengalami kecelakaan, keluarga ku kembali harmonis dan mereka pun menjadi orang tua yang ku inginkan. Orang tua yang selalu ada waktu untukku, orang tua yang selalu mengajarkanku tentang arti pentingnya agama dalam kehidupan didunia.
            Aku sempat berfikir “apa mereka (orang tua ku) baru sadar setelah mama mengalami kecelakaan. Apa itu teguran yang diberikan Tuhan kepada orang tua ku? Tapi aku tetap bersyukur dan tetap berfikir optimis, KARENA SETIAP KEJADIAN PASTI ADA HIKMAHNYA.”




kisah nyata


Perbedaan

          Sore ini aku duduk termenung dan berfikir kenapa aku hidup jika hanya untuk disakiti. Aku dilahirkan dari keluarga yang cukup mapan. Ayahku seorang polisi dan bundaku seorang ibu rumah tangga yang cukup sabar.  Aku mempunyai seorang kakak perempuan cantik. Perbadaan usia kami cukup jauh, kakak kelas satu Sekolah Dasar sedangkan aku baru saja dilahirkan. Dan akupun sekarang sudah beranjak remaja.
 Suasana dikeluarga kami cukup harmonis. Management dikeluarga kami pun bisa dibilang berhasil, dengan dipimpin seorang ayah yang berjiwa kemiliteran yang tegas, disiplin, namun sabar. Aku tercipta sebagai anak yang cukup tegar dengan konidisi ku yang lemah.
Sejak kecil aku sudah difonis sebagai anak yang mengidap penyakit Tumor Ganas yang cukup parah. Namun aku cukup tegar dan tidak mau mengalah dengan keadaan. Aku bersekolah seperti selayaknya anak normal yang menuntut ilmu seraya kebutuhan hidup.
          Diusia ku sekarang yang sudah beranjak remaja, aku mulai merasakan perbedaan dikeluargaku. Ayah dan bunda sering memperlakukan ku berbeda dengan perlakuan mereka kepada kakak perempuan ku itu. Aku pun sempat berfikir “Apa aku bukan anak kandung mereka?” . Dengan beberapa  perlakuan mereka, aku semakin yakin bahwa ada perbedaan antara aku dan kakak.            Perbedaan perlakuan itu semakin ku rasakan setiap harinya, disaat kakak ku sudah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) dan masuk diperguruan tinggi negeri terkemuka di negara ku Indonesia. Tidak itu saja, terlebih kakak sudah menjadi kekasih Mas Irwan. Kekasih kakak yang sudah mapan. Pekerjaan kekasih kakak adalah seorang polisi yang membuat ayah menjadi lebih perhatian dan lebih menganggap contohlah kakak mu itu.
Beberapa contoh perbedaan perlakuan yang dilakukan kedua orang tua ku kepadaku yaitu disaat diskusi merundingkan rencana ayah yang ingin pergi berlibur diliburan tahun ini. “Ayo, jadi kemana kita berlibur tahun ini?” tanya ayah kepada semua anggota keluarga. “terserah yah.. yang penting kita menjadi senang saat berlibur nanti.” Ujar bunda memberi penjelasan. “iya ayah tau  bun, tapi mungkin saja anak – anak ayah punya ide yang bagus.” Tambah ayah. “ayo kak? Kakak ingin berlibur kemana? Kalau bisa sih Mas Irwan juga ikut berlibur!” tanya ayahku kepada kakak. “kalau kakak sih terserah yah, gimana kalau kita ke Malang saja. toh juga letak Malang tidak terlalu jauh dan cocok untuk liburan tahun ini.” Jelas kakak. “apa ayah? Mas Irwan ikut?! Kenapa sih Mas Irwan harus ikut? Kan Mas Irwan belum menjadi keluarga inti kita yah!” sahut ku seraya protes kepada ayah. “kamu itu dek, langsung aja nyahut omongan. Kan ayah belum minta kamu untuk bicara. Lagian ayah juga pernah merasakan menjadi Mas Irwan. Sudah kamu diam saja.” bentak ayah kepadaku. Rasa kecewa yang menyelimuti hati dan otakku, langsung  membawa tubuhku lari ke kamar dan menutup pintunya dengan sekeras-kerasnya agar mereka mengerti jika aku sedang kecewa kepada mereka.
Air mata ku kembali menetes dengan alunan doa yang aku panjatkan kepada Allah agar hati ku menjadi tenang. Terselip sebuah tanya yang aku tujukan kepada Tuhan ku Yang Maha Adil atas kejadian yang menimpa hidupku. “ya Allah.. hamba mengerti segala kejadian yang menimpa diriku semata-mata itu juga rencana-Mu. Tapi mengapa hidupku serasa tidak berguna? Aku sakit-sakitan, batinku teraniaya, dan itu semua membuatku tak sanggup lagi meneruskan drama didunia yang tidak pasti ini ya Allah.. aku butuh petunjuk-Mu, aku butuh pertolongan-Mu. Jika ini memang yang terbaik untuk ku berikanlah kekuatan batin dan apabila ini bukan yang terbaik untukku tolong  berikan jawaban dan solusi yang terbaik ya Allah.. aku hanya hamba-Mu yang lemah, yang penuh dosa. Tapi aku butuh Engkau ya Allah...”  setelah aku memanjatkan lantunan doa, sedikit ketenangan yang aku dapatkan.
Ya, sepeti itulah perbedaan yang mereka lakukan kepada ku. Untuk menghibur hati dan perasaan ku. Aku mempunyai beberapa teman yang bisa aku percaya dan seorang kekasih yang membuat aku bertahan menjalani  hidup ini sambil menunggu ajal menjemputku.
Sekarang aku menghiraukan semua perlakuan orang tua ku dan berusaha menghibur diri yang kelam sebagai ramaja penyandang Tumor Ganas.


ini kisah nyataa, tapii bukan kisah sayaa loh :D http://karodalnet.blogspot.com/2011/05/kumpulan-cerpen-remaja.html