selamaattt malaaam pemirsaa haha :D
luamaaa yaa setelah sma jarang mampirr, sibuk loh yaa harap maklum ;;) punya
cerpen baru nih, selamaaat membacaaaaa :D *cekidot~
Hai duniaa, pagi ini seperti biasa bangun
dengan omelan ibuku tersayang nan cantik jelitaa. Langsung masuk ke kamar
mandi~mandi~preapare skolah lalu sarapan pagi bareng keluarga telah menjadi
rutinitas rutin pagi ku.
Pukul 06:00 pagi aku menuju sekolah yang
awalnya enggan untuk aku masuk di sekolah ini. Yaaa... SMA Harapan Bangsa,
salah satu sekolah elit nan favorit di kota ku tercinta. Namun sekarang aku tak
perlu kwatir, karena telah ada moodboster yang siap untuk menghiburku ditengah
penatnya pelajaran anak SMA. Reza L Karim sebut dia dengan panggilan akrap
"Mr.Kepo".
Cowok super kece yang berhasil buat aku
membagi hati antara dia dengan Niko. Pacar ku saat itu yang sekarang telah
menjadi mantan setelah 2 tahun lebih kami bersama menjadi sepasang kekasih. Putus
karena kehadiran Reza yang datang tanpa permisi dan memberi perhatian lebih
dibanding Niko yang berbeda sekolah dengan ku.
Jalan~makan~bahkan nonton-pun sering aku
jalani berdua bersama Reza. banyak tawa yang keluar dari bibir manis nan polos
kami berdua.
Perkenalan kami berdua berawal ketika
pulang sekolah, kami saling bercerita masa SMP. Reza menceritakan masa indah
SMPnya dulu. Yabes teman paling resek ku masa Sekolah Dasar ternyata menjadi
sahabat Reza. Dan konyolnya lagi Yabes pdkt dengan Saverina sahabat terbaikku
sejak SMP. Ide untuk menjadikan Yabes dengan Saverina menjadi sepasanag
kekasih-pun membuat pertemanan ku dengan Reza berubah menjadi hal yang bisa
dikatakan lebih dari sebatas teman biasa.
Hari demi hari telah ku lalui bersama Reza
walaupun dengan status pacar Nico dan Reza menjadi pacar Diva. Sampai saatnya
tiba tepat tanggal 28 Oktober 2002 Reza memutuskan berpisah dengan Diva dengan
alasan hati yang sudah tidak nyaman lagi. 29 Oktober 2002 kabar itu terdengar
langsung di kedua daun telinga ku dan detik itu pula aku berani memutuskan
untuk mengambil keputusan yang sama, Berpisah! ya.. berpisah dengan Niko dan
memilih status single dan
berharap terjadi sesuatu yang lebih dengan Reza. "gak boleh pacaran dulu
sama mama." Sebenarnya alasan basi dan sudah kadaluarsa untuk sekedar bisa
putus dan gamau membuat sakit yang terlalu mendalam yang dirasakan Niko. Tapi
mau gimana lagi cobak? mau alesan apa? masak iya bilang"aku uda gak nyaman
lagi sama kamu, uda ada Reza yang lebih perhatian dibanding kamu. aku uda gak
sayang lagi!" bukan kata putus yang kudapatkan, bisa-bisa golok beserta
kawan-kawannya melayang sempurna di tubuh tinggi nan kurus ini. Yapss.. masih
punya perasaan sih akunya, gimana cobak setelah 2 hari Niko sms gak au bales,
tiba-tiba dapet balasan bilang putus kayak gitu. Sakit kan ya? iyaa sakit
banget malah hahaha ciyan luh Nik :p
Oke, back to my new lovely Mr.Kepo :3
setelah semua resmi dengan status single semua
berjalan seperti air yang yang mengalir, daun yang menari dan angin yang
berhembus lembut dan rumput yang bergoyang :D *duh alay gue-_-
Lebih sering keluar atau jalan bareng
untuk sekedar makan diluar itulah yang sering kami lakukan. Indah~bahagia~
serasa dunia milik berdua *terus yang lain gimana? kontrak gitu?-_-*
banyak kejadian yang mungkin melebihi orang pacaran. Satu hal yang aku
salut banget dengan Reza ketika dia berani minta izin kepada orang tuaku untuk
makan setelah aku pulang telat dari sekolah. Izin ke orang tuaku itu sama aja
dengan masuk kandang gajah yang punya sifat macan. Cuek banget tapi kalo mereka
gak suka langsung ngomong langsung to
the point ke orang yang
bersangkutan. bikin malu kan? yaaa itu lah orang tuaku. Tapi entah mantra apa
yang dibaca Reza sehingga dia berhasil mendapat izin untuk jalan bersama ku
malam itu.
Tapi hal ini gak berlangsung lama, Rabu 22
November 2002 sore hari menjadi hari paling suram di sepanjang sejarah hidupku.
Mendapat kiriman pesan singkat dari Reza, bukan malah senang malah sesak yang
kudapat. "Aku kok nyamannya sama kamu kok cuma jadi sahabat yaaaa :)"
shock banget kan pastinya :"( padahal sering kali Reza bilang kalo dia
suayang banget sama aku. Eh taunya.. dapet sms kayak gitu~ Sedih pasti! bisa
dibilang karma yang aku dapet dari perilaku ku terhadap Niko. Tapi mau gimana
lagi? malam tiba, tapi jari-jemari mungil ini terasa tak ingin berhenti untuk
hanya sekedar mengetahui alesan apa dia mengutarakan seperti itu kepada
ku.
Sekitar pukul 7 malam, alasan mengapa hal
ini terjadi terucap dari bibir mungil yang terwakilkan oleh handphone yang bisu namun
tau segalanya. "I like
you. I was very comfort when with you but not to make you my girlfriend. cause
if we're break I was so afraid of losing you. but I want more than this.
I miss you so bad boo" itulah pesan singkat yang ku dapatkan yang
berhasil membuat ku tak hanya meneteskan air mata tapi tapi menangis tanpa
henti dengan membayangkan memory indah yang pernah ku buat tanpa sengaja
bersamanya. Kenapa dia berkata seperti itu setelah aku sayang melebihi sayangku
ke Niko, Tuhaan???!!! Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, besi sudah
mulai berkarat tak mungkin bisa dikembalikan sesempurna awalnya. Seperi hatiku
yang awalnya melambung bahagia lalu dihempaskan tanpa berfikir sakit atau
tidak, itu lah keadaanku saat itu.
Mungkin bukan hanya aku, tapi semua wanita
di dunia akan langsung berubah setelah mendapat kenyataan seperti itu. Berubah
secara otomatis menjadi cuek itulah yang terjadi dengan ku pada saat itu.
Alhamdulillah...Reza peka dengan keberubahaannya sikap ku terhadapnya "after this, are you hate
me? i had made mistake against you, waste the people who have loved
me." sms itu lah yang
aku trima setelah sikap ku berubah. "NO! I cann't hate you. you
don't make a mistake with me. I believe, we will be happy without us being
relationship" balasan
seperti itu yang aku kirim dengan tetesan air mata yang mewakili persaan kalut
ku.
"good night cantik, maaf kalo
kata-kataku buat kamu sedih, nyenyak ya bobok mu {}" mungkin emotion peluk
terakhir yang ku dapatkan setelah kejadian 22 November 2002 itu.
23 November 2002 siang keputusan untuk
mebicarakan secara langsung semua permasalahan yang terjadi semalam. Pergi ke
salah satu tempat nongkrong setelah pulang sekolah tiba. Dan untuk pertama
kalinya aku melihat seorang Reza menangis secara langsung setelah aku berkata
"apa selanjutnya cukup sampai disini? Menghapus memori yang menurutku
sangat indah yang pernah kita buat bersama dan menjadi pribadi yang tak saling
sapa bahkan tak saling kenal atau menjadi musuh? mau pilih yang mana? karna
semua pilihan ada 2, baik dan buruk. Jujur saat ini mungkin lebih indah walopun
sakit daripada berbohong untuk sedikit menghiburku dan akan menghasilkan air
mata yang lebih banyak dikemudian hari!"
Hanya diam dan membisu sambil meneteskan
air mata dari kedua kelopak matanya yang mulai memerah. "apa kamu
keputusan terburuk seperti itu? bunuh aku sekarang jika kamu
memilihnya!!!" Rangkaian kata itu lah yang membuat aku semakin tidak kuat
untuk menahan derita dan mataku tak sanggup untuk mengusir air mata untuk
segera keluar tanda menolak pilihan konyol yang sengaja aku buat.
Mungkin karna rasa sayang yang sudah
mendekam direlung hati kami berdua dan rasa sayang itu lah yang membuat kami
memilih untuk ~lanjut menjalani kehidupan seperti biasa dengan status hanya
sebatas teman biasa dan menganggap tidak ada kejadian yang menyakitkan di malam
tanggal 22 november 2002~
Walaupun sakit rasanya dengan pilihan
seperti itu yang telah kami sepakati bersama dan melihat dia asik bersendah
gurau dengan perempuan lain ditemani gitar unik. Cemburu-pun tak pantas! yaa... 3 kata itu yang pas
untuk kondisi ku saat ini.
Masih berboncengan dengannya saat menuju
sekolah dan terlalu naif rasanya bila ku katakan aku tak teringat memori
indah bersamanya 'dulu'. terasa berat tarikan nafas ini jika mengingatnya
dengan sempurna. Itu dulu dan kondisi sekarang telah berbeda dengan keputusan
indah namun mnyakitkan itu :")
Kekenyataan yang menurutku akan merubah
menjadi pribadi dan sosok perempuan yang lebih sabar menerima keadaan apapun
mampu membawa tubuh kurus ini ketempat yang laknat bagiku! katakan saja itu
Rumah Sakit~
Tak bisa menerima kenyataan ini semakin
mebuat kondisi tubuhku menurun secara otomatis nafsu makan membuat ku menjadi
semakin tidak teratur-dengan ditambah tugas yang sejibun dari guru-guru yang
tidak pernah mau mengerti bagaimana kondisi muridnya semakin lengkap untuk
memdahkan penyakit menyarang.
Tubuh yang dibalut kulit berwarna kulit
langsat ala wanita tropis. 4 hari setelah malam suram itu yakni tepat tanggal
26 november 2002 pagi, suara merdu dokter menyuruhku segera opname agar tubuh
dengan panas 40,2 derajat celcius itu tidak semakin melemah. satu kenyataan
pahit lagi yang membuatku semakin tidak bisa menerima keadaan pada akhir bulan
November ..
yaapppppzzzz.. itulah cerpennya GJ? gak
nyambung? ato apa lah ya terserah hehe tapi yang penting makasih banget uda mau
baca haha :D yang baca dapet pahalaaaaaa ;;)
thanks so much, see you readers {}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar