Jumat, 14 Desember 2012

tauk ah bingung~


selamaattt malaaam pemirsaa haha :D luamaaa yaa setelah sma jarang mampirr, sibuk loh yaa harap maklum ;;) punya cerpen baru nih, selamaaat membacaaaaa :D *cekidot~


Hai duniaa, pagi ini seperti biasa bangun dengan omelan ibuku tersayang nan cantik jelitaa. Langsung masuk ke kamar mandi~mandi~preapare skolah lalu sarapan pagi bareng keluarga telah menjadi rutinitas rutin pagi ku.
Pukul 06:00 pagi aku menuju sekolah yang awalnya enggan untuk aku masuk di sekolah ini. Yaaa... SMA Harapan Bangsa, salah satu sekolah elit nan favorit di kota ku tercinta. Namun sekarang aku tak perlu kwatir, karena telah ada moodboster yang siap untuk menghiburku ditengah penatnya pelajaran anak SMA. Reza L Karim sebut dia dengan panggilan akrap "Mr.Kepo".
Cowok super kece yang berhasil buat aku membagi hati antara dia dengan Niko. Pacar ku saat itu yang sekarang telah menjadi mantan setelah 2 tahun lebih kami bersama menjadi sepasang kekasih. Putus karena kehadiran Reza yang datang tanpa permisi dan memberi perhatian lebih dibanding Niko yang berbeda sekolah dengan ku.
Jalan~makan~bahkan nonton-pun sering aku jalani berdua bersama Reza. banyak tawa yang keluar dari bibir manis nan polos kami berdua.
Perkenalan kami berdua berawal ketika pulang sekolah, kami saling bercerita masa SMP. Reza menceritakan masa indah SMPnya dulu. Yabes teman paling resek ku masa Sekolah Dasar ternyata menjadi sahabat Reza. Dan konyolnya lagi Yabes pdkt dengan Saverina sahabat terbaikku sejak SMP. Ide untuk menjadikan Yabes dengan Saverina menjadi sepasanag kekasih-pun membuat pertemanan ku dengan Reza berubah menjadi hal yang bisa dikatakan lebih dari sebatas teman biasa.
Hari demi hari telah ku lalui bersama Reza walaupun dengan status pacar Nico dan Reza menjadi pacar Diva. Sampai saatnya tiba tepat tanggal 28 Oktober 2002 Reza memutuskan berpisah dengan Diva dengan alasan hati yang sudah tidak nyaman lagi. 29 Oktober 2002 kabar itu terdengar langsung di kedua daun telinga ku dan detik itu pula aku berani memutuskan untuk mengambil keputusan yang sama, Berpisah! ya.. berpisah dengan Niko dan memilih status single dan berharap terjadi sesuatu yang lebih dengan Reza. "gak boleh pacaran dulu sama mama." Sebenarnya alasan basi dan sudah kadaluarsa untuk sekedar bisa putus dan gamau membuat sakit yang terlalu mendalam yang dirasakan Niko. Tapi mau gimana lagi cobak? mau alesan apa? masak iya bilang"aku uda gak nyaman lagi sama kamu, uda ada Reza yang lebih perhatian dibanding kamu. aku uda gak sayang lagi!" bukan kata putus yang kudapatkan, bisa-bisa golok beserta kawan-kawannya melayang sempurna di tubuh tinggi nan kurus ini. Yapss.. masih punya perasaan sih akunya, gimana cobak setelah 2 hari Niko sms gak au bales, tiba-tiba dapet balasan bilang putus kayak gitu. Sakit kan ya? iyaa sakit banget malah hahaha ciyan luh Nik :p 
Oke, back to my new lovely Mr.Kepo :3 setelah semua resmi dengan status single semua berjalan seperti air yang yang mengalir, daun yang menari dan angin yang berhembus lembut dan rumput yang bergoyang :D *duh alay gue-_- 
Lebih sering keluar atau jalan bareng untuk sekedar makan diluar itulah yang sering kami lakukan. Indah~bahagia~ serasa dunia milik berdua *terus yang lain gimana? kontrak gitu?-_-*  banyak kejadian yang mungkin melebihi orang pacaran. Satu hal yang aku salut banget dengan Reza ketika dia berani minta izin kepada orang tuaku untuk makan setelah aku pulang telat dari sekolah. Izin ke orang tuaku itu sama aja dengan masuk kandang gajah yang punya sifat macan. Cuek banget tapi kalo mereka gak suka langsung ngomong langsung to the point ke orang yang bersangkutan. bikin malu kan? yaaa itu lah orang tuaku. Tapi entah mantra apa yang dibaca Reza sehingga dia berhasil mendapat izin untuk jalan bersama ku malam itu. 
Tapi hal ini gak berlangsung lama, Rabu 22 November 2002 sore hari menjadi hari paling suram di sepanjang sejarah hidupku. Mendapat kiriman pesan singkat dari Reza, bukan malah senang malah sesak yang kudapat. "Aku kok nyamannya sama kamu kok cuma jadi sahabat yaaaa :)" shock banget kan pastinya :"( padahal sering kali Reza bilang kalo dia suayang banget sama aku. Eh taunya.. dapet sms kayak gitu~ Sedih pasti! bisa dibilang karma yang aku dapet dari perilaku ku terhadap Niko. Tapi mau gimana lagi? malam tiba, tapi jari-jemari mungil ini terasa tak ingin berhenti untuk hanya sekedar mengetahui alesan apa dia mengutarakan seperti itu kepada ku. 
Sekitar pukul 7 malam, alasan mengapa hal ini terjadi terucap dari bibir mungil yang terwakilkan oleh handphone yang bisu namun tau segalanya. "I like you. I was very comfort when with you but not to make you my girlfriend. cause if we're break  I was so afraid of losing you. but I want more than this. I miss you so bad boo" itulah pesan singkat yang ku dapatkan yang berhasil membuat ku tak hanya meneteskan air mata tapi tapi menangis tanpa henti dengan membayangkan memory indah yang pernah ku buat tanpa sengaja bersamanya. Kenapa dia berkata seperti itu setelah aku sayang melebihi sayangku ke Niko, Tuhaan???!!! Tapi apa mau dikata, nasi sudah menjadi bubur, besi sudah mulai berkarat tak mungkin bisa dikembalikan sesempurna awalnya. Seperi hatiku yang awalnya melambung bahagia lalu dihempaskan tanpa berfikir sakit atau tidak, itu lah keadaanku saat itu. 
Mungkin bukan hanya aku, tapi semua wanita di dunia akan langsung berubah setelah mendapat kenyataan seperti itu. Berubah secara otomatis menjadi cuek itulah yang terjadi dengan ku pada saat itu. Alhamdulillah...Reza peka dengan keberubahaannya sikap ku terhadapnya "after this, are you hate me? i had made mistake against you, waste the people who have loved me." sms itu lah yang aku trima setelah  sikap ku berubah. "NO! I cann't hate you. you don't make a mistake with me. I believe, we will be happy without us being relationship"  balasan seperti itu yang aku kirim dengan tetesan air mata yang mewakili persaan kalut ku.
"good night cantik, maaf kalo kata-kataku buat kamu sedih, nyenyak ya bobok mu {}" mungkin emotion peluk terakhir yang ku dapatkan setelah kejadian 22 November 2002 itu.
23 November 2002 siang keputusan untuk mebicarakan secara langsung semua permasalahan yang terjadi semalam. Pergi ke salah satu tempat nongkrong setelah pulang sekolah tiba. Dan untuk pertama kalinya aku melihat seorang Reza menangis secara langsung setelah aku berkata "apa selanjutnya cukup sampai disini? Menghapus memori yang menurutku sangat indah yang pernah kita buat bersama dan menjadi pribadi yang tak saling sapa bahkan tak saling kenal atau menjadi musuh? mau pilih yang mana? karna semua pilihan ada 2, baik dan buruk. Jujur saat ini mungkin lebih indah walopun sakit daripada berbohong untuk sedikit menghiburku dan akan menghasilkan air mata yang lebih banyak dikemudian hari!"
Hanya diam dan membisu sambil meneteskan air mata dari kedua kelopak matanya yang mulai memerah. "apa kamu keputusan terburuk seperti itu? bunuh aku sekarang jika kamu memilihnya!!!" Rangkaian kata itu lah yang membuat aku semakin tidak kuat untuk menahan derita dan mataku tak sanggup untuk mengusir air mata untuk segera keluar tanda menolak pilihan konyol yang sengaja aku buat. 
Mungkin karna rasa sayang yang sudah mendekam direlung hati kami berdua dan rasa sayang itu lah yang membuat kami memilih untuk ~lanjut menjalani kehidupan seperti biasa dengan status hanya sebatas teman biasa dan menganggap tidak ada kejadian yang menyakitkan di malam tanggal 22 november 2002~
Walaupun sakit rasanya dengan pilihan seperti itu yang telah kami sepakati bersama dan melihat dia asik bersendah gurau dengan perempuan lain ditemani gitar unik. Cemburu-pun tak pantas! yaa... 3 kata itu yang pas untuk kondisi ku saat ini.
Masih berboncengan dengannya saat menuju sekolah dan terlalu naif rasanya bila ku katakan aku tak teringat memori indah bersamanya 'dulu'. terasa berat tarikan nafas ini jika mengingatnya dengan sempurna. Itu dulu dan kondisi sekarang telah berbeda dengan keputusan indah namun mnyakitkan itu :")
Kekenyataan yang menurutku akan merubah menjadi pribadi dan sosok perempuan yang lebih sabar menerima keadaan apapun mampu membawa tubuh kurus ini ketempat yang laknat bagiku! katakan saja itu Rumah Sakit~ 
Tak bisa menerima kenyataan ini semakin mebuat kondisi tubuhku menurun secara otomatis nafsu makan membuat ku menjadi semakin tidak teratur-dengan ditambah tugas yang sejibun dari guru-guru yang tidak pernah mau mengerti bagaimana kondisi muridnya semakin lengkap untuk memdahkan penyakit menyarang. 
Tubuh yang dibalut kulit berwarna kulit langsat ala wanita tropis. 4 hari setelah malam suram itu yakni tepat tanggal 26 november 2002 pagi, suara merdu dokter menyuruhku segera opname agar tubuh dengan panas 40,2 derajat celcius itu tidak semakin melemah. satu kenyataan pahit lagi yang membuatku semakin tidak bisa menerima keadaan pada akhir bulan November ..

yaapppppzzzz.. itulah cerpennya GJ? gak nyambung? ato apa lah ya terserah hehe tapi yang penting makasih banget uda mau baca haha :D yang baca dapet pahalaaaaaa ;;)
thanks so much, see you readers {}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar