di perunganku kini, aku baru sadar. yang awalnya indah tak selamanya berakhir indah. sederhana. contohnya kamu. kamu yang dulu datang seperti hujan yang indah tanpa permisi, datang tanpa diharapkan oleh sebagian orang perlahan menghilang dan memberi banjir pembawa celaka.
awalnya engkau indah. datang, lalu memberi warna. sejatinya kedatanganmu membawa celaka, tapi dengan ikhlas hati ini mempersilahkan engkau dengan apik untuk masuk ke kehidupanku yang sebenarnya tanpa kehadiranmu-pun cukup indah. detik-demi detik-pun kita lalu, ribuan kata telah terucap dari bibir polos ini yang menghasilkan senyum sederhana. entah mengapa kedatangannya dia dalam kehidupan kita yang telah kita lalui-pun seketika berubah cepat. berubah 180 derajat. yang dulu senyum dan tawa kini seketika berubah menjadi sedih bahkan tangis.
dia hebat! tanpa disadari perlahan dia merebut engkau dari kebidupanku. merebut dan sosok-mu seolah-olah benar-benar hilang dari hidupku walau engkau selalu ada di hari-hari. sekali lagi, dia hebat! mengubah senyum menjadi sedih, semua yang dulu indah menjadi tangis. dan dia telah mengubah, yang ada menjadi tiada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar